4.29.2010

Kalo Cewek Ngeblog…


Hari gini siapa yang kenal blog? Buat para netter sejati, blog pastinya udah jadi pemandangan yang nggak asing lagi, walaupun nggak semua sih kalo netters itu blogger juga. Nah, ternyata di antara para blogger itu banyak juga lho dari kalangan cewek. Kini, dengan berbagai ragam penampilan dan isi blog, mereka meramaikan dunia maya. Hmmm … kayak apa ya kalo para cewek ngeblog? Isinya kira-kira tentang apa aja ya? Intip aaaah…


Isi blog cewek

Diary. Blog macam gini banyak nampang di dunia virtual. Isinya tentang curhatan hati pemlik blognya. Kejadian-kejadian lucu, sedih, bahagia, ngebetein, bikin ill feel semua numplek di blog macam gini. Biasanya nih kejadian-kejadian yang beragam rasa itu ada hubungannya sama gebetan, temen-temen di sekolah atau kuliah or di tempat kerja, sohib-sohibnya, tempat belanja, fashion, penampilan, liburan, ortu, keluarga, dan seabrek cuhatan lainnya. Nggak lupa juga yang punya jiwa narsis bisa leluasa pasang foto-foto diri dengan gaya yang bebas ekspresi. He..he…

Nah, kalo yang punya blognya adalah cewek nih bahasa berkisahnya bisa dalem banget. Kadang suka agak-agak centil. Dan, kabar-kabarinya nih dengan gaya cewek kayak gitu traffic kunjungan ke blog bisa tinggi. Maka, nggak heran ada blogger cowok yang bikin blog dengan gaya cewek, dan pastinya namanya juga pake nama samaran yang cewek. Ckckck….

Kuliner. Blog tipe kayak gini emang nggak semuanya dibikin sama cewek, tapi sebagian besar emang iya. Di blog kayak gini biasanya pengunjung bisa dapetin banyak resep makanan, mulai dari masakan sayur, lauk-pauk, kue, minuman, en lain-lain. Ada yang resep lokal. Ada juga yang impor. Eh, ada juga lho blogger kuliner yang menyediakan info tempat jajan yang beragam level, dari yang pinggir jalan sampai yang restoran mahal. Dateng ke blog beginian bisa bikin laper! Jiahahah..

Hobi. Para bloggers tipe gini bisa jadi rujukan buat para netter yang hobinya sama. Nah, kalo cewek biasanya ngulik hobi yang terkait dengan beragam koleksi: koleksi perangko, parfum, novel, dan sebagainya. Ada juga isinya tentang hewan peliharaan. Segala pernik cerita terkait Si Peliharaan dimuat di blog. Atau tentang … hobi belanja! Cewek banget nggak sih? (backsound: Nggak gua tuh! Hehehe…). Sssttt … gara-gara hobi belanja terus kasih info tempat belanja, harga barang pasaran sampe yang branded bisa bikin seorang blogger jadi seorang konsultan. Bisa gratisan sampe yang dibayar. Menggiurkan? Kalo cuma mikir duitnya doang sih emang, tapi kalo mikir lebih jauh tentang orang-orang yang dibawa ke ajang konsumerisme akut en kronis sih mending nggak lha yaw!

Jualan. Nih blogger yang emang business-oriented banget. Cocok buat cewek yang pengen ngejalanin bisnis dari rumah. Sah-sah aja kok ngejadiin blog untuk sarana dagang. Asal yang dijual bukan yang diharamkan dan jualannya nggak pake curang. Bisnis kan taruhannya kepercayaan. Akad jual-beli juga mesti diperhatiin walaupun di alam maya. Sebagai muslimah, tentunya gimana Islam ngatur soal kayak gitu itu mestinya jadi sandaran.

Idola. Wah, kalo blog jenis ini sih bertebaran. Ada yang emang bikin blog khusus untuk didedikasikan buat Sang Idola atau yang integrated (ceileeeh bahasanya tuh!) sama blog diary. Mulai dari seleb lokal, interlokal sampai internasional bisa banyak dicari. Isinya dari mulai data pribadi, foto dengan berbagai pose, agenda kegiatan, sampai berita terkini Si Idola. Wuih! Rajin banget ya? Semoga semangat pengen tahu tentang Islam juga tetap membara dong ya.


Yang jadi problem

Sebenarnya sih nggak ada larangan buat cewek ngeblog. Tapi, yang mesti diperhatiin lebih adalah apakah isi blognya itu bermanfaat buat orang lain atau nggak, atau malah bikin yang lain nggak sadar bikin kesalahan juga. Eh, ada yang nimpalin tuh. “Blog gua selalu gua pastiin bisa kasih manfaat buat orang lain kok. Para pengunjung bisa dapetin segala hal tentang Si Seleb X.”

Nah, lho. Urusan idola dan mengidolakan–en kayaknya juga udah sering dibahas di gaulislam—ada aturan bakunya dalam Islam. Kita dilarang keras untuk “menuhankan” manusia. Mungkin ada yang yang protes kalo nggak sampe segitunya juga kok ngidolain Si Doi. Biasa-biasa aja kok. Tapi, yang namanya mengidolakan nggak ada yang biasa-biasa aja kalleee, Sis. Faktanya nih kalo udah mengidolakan sesorang kita seringkali lupa diri. Histeria di sana-sini. Atau yang paling ‘ringan’ nih, bisa melalaikan kita dari mempelajari sosok manusia yang seharusnya en wajib kita pelajari yaitu Rasulullah saw. Kalo udah gitu kan nggak bener banget deh.

Cerita soal pacar, mantan pacar, calon pacar, itu juga jadi persoalan lain di blog. Hubungan cinta mesra antara lawan jenis nggak semestinya diumbar di media publik. Blog gimanapun kan area umum. Plus, pacarannya itu sendiri kan udah jelas ada hukumnya. Dalam kamus muslimah nggak bakalan pernah ada kalo pacaran iu halal. Iya nggak sih?

Bikin blog soal shopping juga nggak jadi masalah selama itu nggak bikin kita jadi “penjerat” orang lain ke kubangan konsumerisme. Okelah para pengunjung blog kita itu orang berduit semua, en mampu untuk beli apapun yang mereka liat di blog kita. Tapi kan sayang banget kalo duit segitu banyak cuma untuk belanja doang. Jangan boros ya. Rugi banget lho.

Ada juga yang blogger cewek (paling nggak dari nama blog-nya keliatan blog cewek) isi blognya lebih naudzubillahi min dzalik. Error abis! Kisah hot alias porno bisa vulgar ditampilin di sini. Maksudnya apa seeeh? Udah bikin blognya dosa, bikin orang lain ikut dosa. Makin numpuk aja tuh dosa. Iiiih nggak banget deh ah!


Blog sehat buat para muslimah

Keberadaan blog nggak bisa dihindari di jaman millennium kayak sekarang. Fenomena blog udah merambah jadi bagian kehidupan. Tapi, bukan berarti kan buat kita-kita yang muslimah jadi ikutan latah bikin blog tanpa mikir tujuan dan untuk siapa aja blog itu entar kita buat.


Bro en Sis, kamu perlu tahu bahwa dalam Islam sebelum kita berbuat harus tahu status hukum perbutan yang akan kita lakukan. Sebagaimana dalam kaidah syara (yang artinya): “Asal dari perbuatan (selalu) terikat dengan hukum syara”. Ini artinya, apa yang kita lakukan ada konsekuensi hukumnya. Maka, pastikan bahwa yang dilakukan itu benar menurut tuntunan syariat Islam. Ok?

Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS al-Hasyr [59]: 7)

Nah, berdasarkan kaidah hukum syara dan dalil al-Quran di atas, maka bikin blog jadinya nggak bisa semaunya sendiri. Kita mesti pastiin kalo blog yang kita bikin adalah blog yang sehat alias blog yang aman untuk diakses orang banyak. Aman dalam batasan hukum syara’ pastinya.

So, kalo mau ditegesin lagi blog yang sehat itu punya syarat sebagai berikut:

Pertama, isi dan desain tidak bertentangan dengan syari’at. Untuk bisa mastiin isi sampe desain blog (jangan sampe ada gambar yang nggak sesuai dengan Islam) bener-bener sehat, nggak bertentangan dengan syari’at. Sebagai blogger, kamu kudu punya pengetahuan tentang Islam. Ya iya dong. Pengetahuan yang cukup tentang Islam bakal bisa bikin blogger punya panduan yang memadai untuk memilih mana yang boleh ditulis dan mana yang nggak boleh ditulis dan disebarkan.

Kedua, mencerahkan pengunjung blog. Blog yang sehat adalah blog yang bisa memberikan inspirasi kebaikan kepada para pengunjungnya. Misalnya nih: pengunjung yang sebelumnya nggak ngeh tentang wajibnya menutup aurat buat seorang muslimah jadi tergerak untuk segera menutup aurat setelah mampir ke blog kita, atau jadi cewek yang mau lebih peduli sama lingkungannya gara-gara baca postingan kita.

Itu dua syarat pokok kalo kita pengen punya blog yang sehat. Kalo pengen poin plus-plusnya juga, kita bisa dapetin dari desain blog yang dibikin sekeren mungkin. Untuk bisa seperti itu emang ada pengetahuan lain yang mesti kita punya, seperti pengetahuan kita tentang CSS (Cascading Style Sheet), flash, java script, HTML, XHTML, dan lain-lain. Tapi, kalaupun nggak jangan juga jadi berkecil hati. Sekarang blog gratisan pun menyediakan template lay out yang bagus-bagus kok.


Blogger muslimah kudu tangguh dan cerdas

Muslimah adalah elemen penting kebangkitan umat. Kalo kita ngomongin umat tentunya bukan cuma yang di Indonesia aja tapi juga yang di belahan dunia lainnya. Saat ini umat Islam dalam kondisi di titik nadir: dijajah secara fisik juga kekayaan alam. Lebih miris lagi tidak semua umat Islam menyadari keterpurukan tersebut. Itu karena cara pandang sebagian umat telah berhasil dialihkan secara halus oleh para penjajah. Umat Islam menjadi umat yang cinta dunia dan takut mati.

Nah, siapa lagi yang mau membangkitkan umat Islam kembali menjadi khoiru ummah (sebaik-baik umat) kalau bukan umat Islam yang telah sadar? Dan siapakah bagian dari umat Islam yang telah sadar itu? Salah satu bagiannya ya muslimah. Caranya? Berdakwah pastinya dong ya. Menunjukkan yang haq itu haq (benar itu benar), dan yang bathil itu bathil (salah itu salah). Dakwah, seperti yang ditunjukkan oleh suri teladan kita semua, Rasulullah saw. yang membuat orang akhirnya menyadari sepenuhnya hakikat penciptaan dirinya sehingga muncul kerelaan untuk diatur hanya oleh aturan Allah Swt.

Sobat muda muslim, cara berdakwah bisa beragam. Salah satunya bisa melalui blog. Nah, blogger muslimah kudu punya persiapan yang mantap untuk bisa menghadirkan pencerahan di blognya. Apa aja ya?

Pertama, selalu update pengetahuan Islam. Blogger muslimah emang kudu ngaji. Selain emang udah jadi kewajiban, ini modal paling penting untuk jadi blogger yang cerdas. Nggak ngaji ya siap-siap aja jadi blogger yang bisanya cuma ngikut tren doang.

Kedua, selalu bertekad untuk berbagi ilmu, pemikiran, dan perasaan sesuai dengan Islam. Udah ngaji tapi cuma buat kebaikan sendiri sih nggak bisa masuk kualifikasi. Blogger muslimah kudu mau sharing ilmu ke semua orang. Baik ilmu Islam maupun ilmu pengetahuan, juga keahlian yang dimiliki, yang dinilai bisa membuat oang lain pun jadi berdaya.

Ketiga, selalu mengasah daya kritis terhadap suatu fakta sehingga bisa kasih solusi. Blogger muslimah kudu mau baca en mengamati fakta. Dia kudu jadi orang yang peduli sama sekitarnya. Untuk syarat yang ini, nggak bakal ada deh blogger muslimah yang nyaman menyendiri di kamarnya berhadapan dengan komputer atau laptop yang tersambung ke alam maya.

Keempat, selalu mau upgrade keahlian. Blogger muslimah juga kudu mau ningkatin level keahliannya. Blog kan macem-macem. Ada blog tulisan seperti blogspot, multiply, dan wordpress. Ada juga blog khusus foto seperti photobucket dan flicker. Blog khusus lainya adalah blog video seperti youtube. Nah, untuk bisa menghasilkan konten yang bagus, blogger khususnya muslimah emang harus mau terus belajar dan belajar sehingga bisa bertambah lihai menulis, mengambil angle foto yang mencengangkan, dan membuat tayangan yang menggugah kesadaran.


Yuk mulai ngeblog sehat!

Kalau buat para sobat muslimah yang belum punya blog en pengen punya blog, nah sekarang nih saatnya. Pertama, pastiin kalian semua udah baca syarat blog sehat kayak apa. Dan selanjutnya, silakan memilih situs blog gratisan yang kalian inginkan. Atau mau beli domain sendiri? Silakan. Banyak yang menawarkan harga domain dan biaya hosting yang murah. Mau yang gratisan atau bayar nggak jadi soal yang penting isi mesti berkualitas.

Kalau udah punya blog, ya jangan ditinggal dong. Pelihara dengan baik. Isi terus blog kamu dengan postingan yang berkala. Eh ya jangan lupa, tukeran link sama saudara-saudara muslim lainnya supaya makin banyak yang datang ke blog kamu. Atau bikin pengumuman aja lewat situs www.gaulislam.com. Emang bisa? Bisa dong. Caranya, sering-sering deh berkunjung ke situsnya buletin gaulislam ini, terus rajin kasih komen sambil tempelin deh tuh link blog kamu di situ. Sip kan! Saling berbagi nggak bakal bikin rugi. So, para blogger muslimah, umat menunggu kiprahmu. Jadilah muslimah yang cerdas, shalihah, rajin dakwah, dan punya keterampilan

Biar Miskin Asal Nyenengin


Arrrrrggggggh! Saya geram bukan kepalang tiap kali menyaksikan dengan mata-kepala sendiri potret memilukan di tiap sudut tempat yang saya lewati dengan ‘bebek’ saya. Pemandangan asli dari kondisi kehidupan mayoritas penduduk negeri ini yang jarang dijadikan setting cerita sinetron apa pun. Kontras banget dengan setting cerita di hampir semua sinetron atau film yang menyuguhkan kemewahan.

Coba telusuri tiap jalan di seantero kota kamu, Bro. Itu yang namanya gelandangan dan pengemis (gepeng) makin bejibun. Mereka duduk memelas menengadahkan tangan, mengelilingi mobil dan motor yang lagi antri lampu merah, bahkan berkeliling menyambangi tiap komplek perumahan, lengkap dengan ‘atribut’ compang-campingnya. Ngapain? Ya ngemis lah. Pernah ada guyonan, pas seorang ibu yang biasa ngemis di lampu merah tertangkap petugas tramtib, si ibu bilang: “ampun pak, saya memang ngemis di sini, tapi anak saya yang satu di UI, satu lagi di Trisakti.” “Kuliah?”, tanya petugas. “Bukan…., ngemis juga Pak!” Pletak! (nggak usah ketawa terus, karena ini guyonan yang bikin miris)

Buat mereka yang nggak punya rumah alias tunawisma, mereka kudu rela bergeletakkan tidur di emper-emper toko tiap malam. Diwarnai juga dengan kisah-kisah getir para tukang, yang menjajakan barang dagangannya dengan harap-harap cemas sampai terkantuk-kantuk, yang menunggu para konsumen menggunakan jasanya, baik tenaga maupun keahlian. Sebagian dari mereka adalah orang tua di atas kepala lima atau enam yang seharusnya sudah mengenyam masa istirahat di rumah dengan fasilitas lengkap yang disediakan anak-cucu mereka. Tapi keadaan memaksa mereka untuk terus survive dengan cara masing-masing.

Tiap menyaksikan itu semua dada saya serasa sesak, pun nafas terasa tercekat, menahan pilu. Sering ada yang bilang: Ini hidup, Bung! Memang begini adanya. Whats? Betul ini hidup, tapi kehidupan yang sudah mulai bergeser menjadi rimba belantara akibat keserakahan sebagian besar manusianya. Catet!

Bro en Sis, menyelami masalah kemiskinan itu ibarat dihadapkan pada tugas menguraikan benang kusut. Kudu hati-hati dan bijaksana. Masalahnya, ada yang miskin itu karena memang alamiah, ada juga yang karena pengen dikasihani. Buat kasus yang kedua emang nyata terjadi di sekitar kita. Cuma karena pengen dapet jatah raskin alias beras buat orang miskin sama minyak tanah bersubsidi, warga kampung berebut daftar jadi orang miskin. Di tiap jendela rumah mereka ditempelin stiker “Keluarga Miskin (Gakin)”.

Jadi serba salah kadang memandangnya. Di satu sisi kita ngerasa apa yang mereka lakukan nggak seharusnya begitu, sampai banting harga diri. Tapi di sisi satunya lagi, kita nyadar emang ini seharusnya hak mereka sebagai warga negara yang dijamin seluruh kebutuhannya oleh pemerintah. Cuma pemerintahnya aja yang nggak nyadar. Iya kan?

Susahnya jadi orang miskin

Pernah baca sebuah penelitian nih, jumlah orang miskin di negeri kaya SDA Indonesia itu mencapai setengah lebih dari total penduduknya yang berjumlah 220 juta jiwa. Cuma, lagi-lagi, realitas pada tataran praktis di lapangan, semua fasilitas kehidupan yang disediakan pemerintah kok banyak yang nggak berpihak kepada golongan ini ya. Coba aja dipikirin. Meski kebijakan mendiknas melalui pimpinan daerah masing-masing menegaskan untuk membebaskan seluruh biaya pendidikan di sekolah negeri (baru SD-SMP), tapi tetep aja masih banyak ditemukan praktik-praktik pemungutan biaya seputar LKS, renang, ekstrakurikuler, bla bla bla.

Kasian kan buat orang tua yang penghasilannya kecil atau pas-pasan. Baru aja bisa bernapas lega ngedenger biaya sekolah digratiskan, eh dibikin megap-megap lagi dengan urusan tetek-bengek yang disebutin tadi. Apalagi yang nyekolahin anaknya di sekolah swasta. Buat yang nggak tahan dengan tekanan seperti ini, mau nggak mau anaknya dipaksa putus sekolah dan akhirnya berkeliaran di jalan sambil menenteng okulele: “permisi pak numpang ngamen.”

Belum lagi buat yang sakit. Udah jadi rahasia umum kalo berkaitan sama biaya pengobatan di RS, nggak ada pembedaan buat pasien. Bisa dihitung dengan jari rumah sakit yang melayani sesuai kondisi pasien. Rata-rata sih nggak ada keringanan biaya buat yang miskin. Pokoknya tetep kudu bayar mahal. Meskipun udah ditunjukkin kartu askeskin ke bagian administrasinya.

Ada juga kondisi yang lebih parah. Pasien jenis ini biasanya dinomorduakan alias didaftar-tunggukan setelah selesai melayani pasien yang siap bayar mahal. Sampai akhirnya banyak yang keburu meninggal sebelum sempat mendapat pengobatan apalagi perawatan. Masya Allah! Begitulah susahnya hidup di negeri ini. Mungkin ini semua memang harus terjadi sebagaimana yang diamanatkan UUD’45 Pasal 34 yang bunyinya: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Hiks, hiks, jadi sedih, masa’ orang miskin disamain kayak ayam, dipelihara. (jangan-jangan dipelihari untuk tetap ada? Semoga bukan ya!)

Sementara nun di Senayan sana, para wakil dari rakyat miskin yang hidupnya nggak kayak rakyatnya, hidupnya wah bermandikan harta dan kesenangan. Gajinya, fasilitasnya, yang selama ini udah dinikmatin, masih kurang juga ternyata buat mereka. Sekarang mereka minta renovasi rumah dinas, ngabisin duit negara yang nyata-nyata punya rakyat sampai milyaran rupiah. Para menteri juga nggak mau ketinggalan, mereka dikasih mobil dinas yang mewah. Istighfar lagi, yuk! Astaghfirullah al-‘Azhim…

Kok bisa miskin?

Sobat muda, kamu mungkin bertanya, faktor apa aja seh yang bikin seseorang jadi miskin secara harta? Jawabannya (ngikutin Fitri Tropika di Missing Lyrics, hehe) ada beberapa sebab. Kalo kata saya seenggaknya ada tiga faktor. Pertama, faktor manusianya sendiri yang males-malesan; atau sering maksiat, jarang ibadah, nggak bersyukur, dan nggak rajin berdoa. Pantes aja rezekinya seret, kita sendiri yang bikin.

Selain itu, kemiskinan bisa diakibatkan oleh sistem kehidupan yang diterapkan bukan sistem Islam. Padahal Allah Swt. udah memperingatkan kita (yang artinya): “Dan siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaahaa [20]: 124)

Jelas banget kan ayat ini. Kalo hidup kita jauh dari Allah Swr., pasti hidup kita susah. Apalagi lanjutan ayatnya, wuih serem. Makanya jangan berani-berani ngelanggar perintah Allah Swt. Kalo kemudian kamu temukan sosok manusia yang senantiasa maksiat, berbuat kejahatan—atau malah nggak beriman—tapi hidupnya bergelimang harta dan kemewahan, menurut para ulama itu cuma sebatas istidraj. Oya, istidraj adalah mengulur, memberi terus menerus supaya bertambah lupa, tiap berbuat dosa ditambah dengan nikmat dan dilupakan untuk minta ampunan, kemudian dibinasakan.

Tentang istidraj ini dijelaskan dalam firmanNya (yang artinya): “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu, mereka terdiam, berputus asa.” (QS al-An’aam [6]: 44)

Rasullulah saw. bersabda: “Apabila kamu melihat bahwa Allah Swt. memberikan nikmat kepada hambaNya yang selalu berbuat maksiat, ketahuilah bahwa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah Swt.” (HR at-Tabrani, Ahmad dan al-Baihaqi)

Bro en Sis, faktor lainnya yang memunculkan kemiskinan adalah faktor bumi. Maksudnya kemiskinan yang dialami adalah akibat terjadinya fenomena alam di bumi. Bisa karena gempa, banjir, longsor, dan sebagainya, yang berpengaruh pada produksi alam dalam penyediaan makanan dan minuman bagi manusia. Sering kan kita dengar gagal panen padi di suatu daerah karena angin puting beliung yang menyebabkan warga di sekitarnya menderita kelaparan. Tapi kalo mau ditelusuri, semua bencana alam itu juga disebabkan sama tangan-tangan manusia yang nggak bertanggungjawab sehingga terjadilah kerusakan hingga menimbulkan kemiskinan. Firman Allah Swt. (yang artinya): “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS ar-Ruum [30]: 41)

Syaikh Muhammad Ali ash-Shabuni dalam kitab Shafwatu at-Tafasir, menafsirkan kalimat bimaa kasabat aydinnaas (disebabkan perbuatan tangan manusia) dalam ayat tersebut dengan bi sababi ma’ashi an-naas wa dzunubihim (disebabkan kemaksiatan dan dosa yang dilakukan oleh manusia). Maksudnya, tiap kali manusia melakukan maksiat dan dosa kepada Allah Swt., maka akan terjadi kerusakan di bumi. Salah satu kemaksiatan bahkan telah menjadi kemungkaran saat ini adalah nggak diterapkannya hukum-hukum Allah Swt., yakni syariat Islam. Itu sebabnya, kita butuh Khilafah yang bakal nerapin semua itu. Allahu Akbar!

Nah, faktor yang ketiga dari masalah kemiskinan ini adalah faktor kekuasaan Allah Swt. Kemiskinan seseorang memang bisa jadi sudah Allah tetapkan dalam waktu tertentu atau seumur hidupnya sebagai takdir. Kita nggak bisa menilai hal ini cuma dari logika manusia yang pasti nyimpulin kalo Allah nggak adil. Karena Allah Swt. berfirman (yang artinya): “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS al-Baqarah [2]: 216)

Pasti ada hikmah di balik kemiskinan yang Allah tetapkan itu. Orang yang beriman adalah orang yang menerima ujian dari Rabb-nya dengan penuh kesabaran. Dengan kesabaran yang diperbuatnya itulah kelak Allah akan menggantinya dengan surga. Tapi bukan berarti pasrah begitu aja dengan keadaan. Kudu tetep berusaha semaksimal mungkin, sembari dirangkai dengan aneka ibadah dan munajat kepada Allah Swt.

Renungan

Bro en Sis, kalau mau ditelusuri sejarah kehidupan Rasul saw. beserta para sahabat, ternyata kita bakal nemuin juga kesusahan hidup mereka. Diriwayatkan dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad, bahwa Rasul saw. ada kalanya beberapa malam bersama keluarganya kelaparan, nggak punya makanan buat disantap. Dalam kisah lain, beliau sering berpuasa atau mengganjal perutnya dengan batu kalo pas kebetulan nggak ada makanan di rumahnya. ‘Aisyah ra pernah bertutur bahwa: “Tidak pernah keluarga Muhammad saw. merasa kenyang makan roti tepung sya’ir dua hari berturut-turut, sampai masa beliau meninggal tiba.” (HR Bukhari dan Muslim)

Atau kisah yang diceritakan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa Abu Hurairah ra sering pingsan di lokasi antara mimbar dan rumah ‘Aisyah sampai disangka gila. Padahal pingsannya itu hanya karena kelaparan. Kenapa Rasul kok seolah menerima keadaan itu? Kenapa nggak berdoa aja minta segala kebutuhan kepada Allah, bukankah doa Rasul mustajab? Semua ini beliau terima sebagai ujian yang harus dijalani dengan kesabaran.

Saat kita dilanda kekurangan materi alias finansial, inget juga firman Allah (yang artinya): “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Serta berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 155)

Ada keutamaan untuk orang-orang miskin yang tetap sabar, beribadah, dan berikhtiar sampai akhir hayatnya. Dalam sebuah hadis Rasul saw. bersabda: “Hai orang-orang fakir, sukakah aku beritakan padamu kabar gembira? Sesungguhnya orang-orang fakir dari kaum mukmin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya kira-kira setengah hari, yaitu lima ratus tahun.” (HR Ibn Majah)

Dalam hadis lain, ”Aku melihat ke surga, kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku melihat ke neraka, maka kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (HR Muslim)

Sobat muda, semoga kita semua meski dalam kondisi ekonomi yang carut-marut begini tetap istiqomah beriman dan beribadah hanya kepada Allah Swt. semata. Karena pada dasarnya, walaupun secara materi (harta), misalnya, kita serba kekurangan, pada hakikatnya kita tetap kaya akan fisik yang sehat dan kuat; tetap kaya akan ilmu; tetap kaya akan iman; tetap kaya akan amal shalih, dan tentunya tetap kaya akan kemuliaan karena kita muslim.

Yang harus kita lakukan sekarang adalah tetap bersyukur kepada Allah Swt. Salah satu wujud syukur adalah beribadah secara totalitas. Jangan dilupakan juga buat senantiasa qana’ah (menerima pemberian dari Allah Swt.). Karena kata Rasul saw.: ”Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan rizkinya cukup, serta merasa cukup dengan apa-apa pemberian Allah kepadanya.” (HR Muslim)

Jangan berhenti berusaha dan berdoa. Karena tugas manusia hanya berusaha dan berdoa, Allah yang menentukan. Makna kebahagiaan yang sejati bukan sebanyak apa harta atau kekayaan kita. Tapi seluas apa hati kita dalam menerima setiap rizki dan mempergunakannya dalam ibadah. Lagi-lagi Rasulullah saw. mengingatkan, ”Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda. Tapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.” (HR Muttafaq ’Alaih)

Semoga kita bisa semakin mensyukuri segala nikmat yang telah Allah Swt. berikan kepada kita. Allah Swt. Berfirman (yang artinya):“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al-A’raaf [7]: 96)

Yuk, tetap jaga diri dan jaga iman, biar miskin asal nyenengin Allah Swt. karena tetap beriman dan bersabar serta berusaha menjadi lebih baik disertai doa yang sungguh-sungguh. Wallahu a’lamu bi ash-

Tak Kenal Maka Tak Benci


Pepatah yang sering kita dengar adalah: “tak kenal maka tak sayang”. Ya, kalo kita nggak kenal sama seseorang, kita nggak akan sayang. Begitupun kalo kita nggak kenal sama Islam, maka kita nggak akan bisa sayang sama Islam. Apalagi sampe menjadi pembela dan pejuangnya. Iya nggak sih?

Bro en Sis, selain pepatah yang udah bertahun-tahun kita hapal itu, kita juga perlu membudidayakan (idih, emangnya lele dumbo?), maksudnya mensosialisasikan pepatah: “tak kenal maka tak benci”. Sebenarnya nggak ada yang aneh dengan istilah ini. Sebab hanya lawan kata saja dari pepatah pertama. Ya, ini juga kudu kita pahami. Bahwa kita nggak bakalan benci sama seseorang kalo kita nggak kenal siapa dirinya. Kita nggak bakalan benci sama ide-ide yang bertentangan dengan Islam, kalo kita nggak mengenalnya. Iya nggak sih?

Coba, kamu pasti nggak bakalan ngerasa benci setengah idup sama Si Babeh sang penjagal itu. Sebelumnya apa pernah kamu tahu siapa doi? Nggak juga kan? Baru deh setelah media massa ramai menjadikan doi sebagai berita kita jadi tahu kesadisan doi. Kita benci banget karena doi tega-teganya membunuhi anak-anak jalanan dan bahkan mensodominya. Bejat bener tuh orang! (hehe..ini salah satu rangkaian kalimat yang spontan keluar dari mulut kita atau nengalir deras dalam tulisan kita). Kenapa bisa benci? Karena udah mengenalnya, atau minimal mengetahui perilakunya yang bejat itu. Iya kan?

Bro en Sis, ini artinya bahwa kita seharusnya mampu mengetahui dan mengenali segala sesuatu. Supaya kalo kita tahu dan kenal, maka kita akan bisa memutuskan pendapat kita. Bisa menilai dan memberikan kesimpulan. Bisa sayang, bisa benci. Bisa bahagia, bisa kecewa. Mungkin saja bersenang-senang, bisa juga bermuram-durja. Semua itu, setelah kita mengetahui dan mengenalnya. Itu sebabnya, kita harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang perlu didukung dan siapa pula yang wajib dilawan. Cara pandang kita yang akan menentukan sikap dan perilaku kita. Dan, sebagai muslim kita harus menjadikan Islam sebagai tolok ukur dalam berbuat dan berpendapat. Setuju kan? Kudu!


Kapitalisme-Sekularisme? Benci banget!

Secara singkat saya coba jelasin buat kamu nih. Biar kamu kenal dengan sistem kufur ini. Yup, kapitalisme adalah ideologi dan sistem yang lahir dari doktrin sekular yang diadopsi Eropa setelah runtuhnya kekuasaan gereja dalam arena politik. Kamu kayaknya pernah dengar deh semboyan pas revolusi Perancis: “Gantung kaisar terakhir, dengan usus pendeta terakhir”. Nah, itu sebagai protes dari rakyat Perancis waktu itu untuk mengakhiri kekuasaan gereja terhadap urusan pemerintahan. Jadi, nih Kapitalisme tuh ‘akidahnya’ adalah sekularisme.

Soalnya dulu kekuasaan gereja ikut andil banget dalam menentukan kehidupan bernegara. Menurut Victor Hugo (dalam History of Free Thought, hlm. 147, dalam kutipan di buku PeradabanBarat dalam Kacamata Islam, www.irib.ir), sejarah gereja yang sebenarnya bukan saja dapat dibaca lewat halaman-halaman buku, tetapi juga di celah-celah baris catatan resmi. Gereja telah menyebabkan Parnili dihukum cambuk sehingga hampir saja menemui ajalnya. Hal itu terjadi lantaran ia menyatakan bahwa bintang tidak jatuh dari jalan yang telah ditentukan. Pihak gereja melemparkan Campland ke dalam penjara sebanyak 27 kali karena dia mengklaim adanya kehidupan selain di bumi. Gereja menyiksa Harvey karena membuktikan bahwa darah beredar lewat urat dan saluran darah di dalam badan.

Oya, Hugo menambahkan bahwa gereja juga memenjarakan Galileo karena dia menyatakan bahwa bumi mengitari matahari, sebuah pernyataan ilmiah yang kontradiktif dengan teori yang terdapat dalam perjanjian lama dan baru. Gereja memenjarakan Christopher Columbus yang menemukan benua tanpa memberitahu Saint Paul. Gereja memvonis setiap penemuan hukum alam, evolusi dunia, ataupun benua yang sebelumnya tidak diramalkan oleh kitab suci, sebagai sebuah pelanggaran moral. Gereja menyingkirkan Pascal dan Montey karena dianggap tidak bermoral, dan Muller dengan tuduhan pencabulan.

Karuan aja, sikap model gini bikin panas masyarakat, khususnya para ilmuwan dan cendekiawan saat itu. Mereka menganggap bahwa kalangan gereja terlalu ngatur dan ngekang akal mereka. Setelah banyak protes di sana-sini dari rakyat, akhirnya dicari jalan tengah, yakni urusan pemerintahan diserahkan kepada kalangan negarawan, dan urusan agama diberi wewenang kepada pihak gerejawan untuk mengaturnya. Begitu cerita singkatnya.

Sekarang, konsep sekularisme ini berkembang, apalagi setelah diadopsinya HAM alias Hak Asasi Manusia. Nah, salah satu konsep fundamental yang lahir dari sekularisme adalah adanya keharusan negara atau kelompok atau individu untuk melindungi hak manusia dalam kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan, dan kebebasan individu.

Dari prinsip kebebasan kepemilikan muncul sistem ekonomi kapitalis. Demokrasi, atau konsep ‘kedaulatan rakyat’, adalah sistem politik yang juga lahir dari keyakinan sekular, tapi sebagai sistem politik demokrasi kurang menonjol dibandingkan sistem ekonomi kapitalis. Meskipun secara teoretis demokrasi memberikan kekuasaan legislasi kepada rakyat, tapi pada kenyataannya mereka yang memiliki kekayaan ekonomi adalah pihak yang secara riil memiliki kekuasaan.

Bro, sistem ekonomi kapitalis boleh dikata bisa mengendalikan dan mengambil peran dalam pemerintah, dan pembuatan kebijakan di Barat hampir sepenuhnya didorong oleh faktor-faktor ekonomi. Dari pemikiran ekonomi kapitalis lahir konsep benefit dan interest, dan keharusan untuk memaksimalkan benefit dan interest individu dan masyarakat. Konsep ini menjadi driving force sistem politik dan kebijakan luar negeri negara-negara Barat. Terus nih, para kapitalis, yaitu mereka yang menguasai kapital dan kekayaan, adalah penguasa yang sesungguhnya.

Contohnya aja nih, kalo ada pilkada alias pemilihan kepala daerah (termasuk pilpres tentunya), tuh yang berperan bukan cuma calon bupati atau gubernurnya aja. Tapi juga ada tim sukses. Nah, tim sukses inilah yang akan bekerja nyari dukungan, termasuk pencarian dana. Dananya dari siapa? Ya, dari para konglomerat yang punya modal. Ikhlas? Hmm.. dukungan tuh nggak ada yang gratis, man! Kalo nanti ‘jagonya’ kepilih jadi bupati atawa gubernur (atau yang lebih keren lagi, presiden), maka proyek-proyek di daerah itu, atau dalam skala nasional kalo yang dukung adalah presiden, bakalan jatuh ke tangan penyandang dana tersebut. Di Amerika juga sama. Bahkan ada konglomerat asal Indonesia yang punya bank di sini, ikut patungan untuk pemilihan presiden Bill Clinton beberapa tahun silam.

Oya, perlu diketahui bahwa demokrasi bukanlah monopoli sekularisme. Komunisme juga mengklaim dirinya demokratis dan mengklaim bahwa pemerintahan berasal dari rakyat. Oleh karena itulah, ideologi ini lebih tepat disebut Kapitalisme, dengan sekularisme sebagai landasannya alias akidahnya. (Diadapatasi dari M. Ramdhan Adi, Globalisasi; Skenario Mutakhir Kapitalisme, al-Azhar Press, 2005)


Komunisme-Sosialisme? Halah, benci juga!

Walah, jadi nostalgia deh kalo ngomongin sosialisme dan komunisme. Soalnya apa? Soalnya secara institusi nih ideologi udah “wasalam”. Udah nggak diemban lagi oleh negara besar sekelas Uni Soviet atau USSR (Union of Soviet Socialist Republics) yang udah bubar pada tahun 1991. Banyak yang seneng dengan bubarnya Uni Soviet, terutama negara-negara pengemban kapitalisme. Oya, grup rock sekelas Scorpion juga ikutan bikin satu lagu manis berjudul Wind of Change sebagai bentuk ‘syukuran’ berakhirnya era sosialisme-komunisme.

Saat ini, sosialisme-komunisme praktis berakhir. Secara individu atau kelompok masih ada yang memperjuangkan. Negara kecil juga masih ada sih yang menerapkan, Vietnam salah satu contohnya. Nama resmi negaranya adalah Socialist Republic of Vietnam. Selain Vietnam, Korea Utara dan Cina adalah dua kekuatan negara Sosialisme yang masih dianggap sebagai ancaman bagi Amerika, meski Uni Soviet udah hancur.

Bro, pada dasarnya sosialisme tuh muncul sebagai tandingan kapitalisme, lho. Sosialisme sebagai bentuk perlawanan kepada kapitalisme yang udah bikin sengsara kaum buruh di Eropa pada abad 19.

Emang sih, pada satu sisi industrialisasi–dengan kapitalisasinya–telah mendorong dengan pesat laju produksi barang dan jasa. Akan tetapi industrialisasi juga bertanggung jawab terhadap kesenjangan dan krisis sosial yang merugikan kaum buruh. Upah kerja rendah, jam kerja panjang, eksploitasi tenaga anak dan wanita, serta pabrik yang kurang–bahkan tidak–memperhatikan keamanan kerja dan kesejahteraan kaum buruh.

Muncul kemudian Robert Owen (1771-1858) di Inggris, Saint Simon (1760-1825), dan Fourier (1772-1837) di Perancis berusaha memperbaiki kondisi buruk ini. Didorong rasa kemanusiaannya mereka memformulasikan teori-teori tentang sosialisme. Namun usaha mereka tidak dibarengi dengan tindakan nyata, maupun konsepsi nyata mengenai tujuan dan strategi dari perbaikan itu. Sehingga teori-teori mereka dianggap sebagai khayalan semata. Terutama oleh Marx dan Engels. Muncul kemudian istilah Sosialisme Utopis.

Karl Marx (1818-1883) dari Jerman, tampil ke depan. Ia juga mengecam keadaan ekonomi dan sosial yang bobrok akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalistik. Untuk mengubah kondisi bobrok masyarakat tersebut, Karl Mark berpendapat bahwa masyarakat harus diubah dengan perubahan radikal (revolusioner) bukan dengan perubahan tambal sulam. (baca Robert A. Isaak, International Political Economy (terj. Ekonomi Politik Internasional; pentj. Muhadi Sugiono; ed.I, Juli 1995, PT. Tiara Wacana, Yogyakarta)

Terus Marx menyusun teori-teori sosial bertumpu pada hukum-hukum ilmiah. Ia menamakan teori sosialnya dengan nama Sosialisme Ilmiah (Scientific Socialism), untuk membedakan pahamnya dengan Sosialisme Utopis. Dalam menyusun teori-teori sosialnya Marx banyak dipengaruhi oleh filsuf Jerman Hegel (1770-1831, terutama filsafat Hegel tentang dialektika. Kemudian ia dan Engels menerbitkan berbagai macam karangan, salah satunya yang paling masyhur adalah Manifesto Komunis dan Das Kapital.

Bro, sosialisme-komunisme nggak bertahan lama lho. Cuma 70-an tahun diterapkan sebagai ideologi negara oleh Uni Soviet. Karl Marx sebagai konseptornya. Sementara Stalin, Lenin dan pemimpin berikutnya sampe bubar di tahun 1991 adalah sebagai pelaksana aturan hukumnya.

Berbeda dengan kehidupan Kapitalisme yang individualistis, Sosialisme memiliki prinsip kesetaraan. Dalam Kapitalisme, kalo pun berkelompok atau berserikat, tapi kepentingan pribadi lebih menonjol. Sementara dalam sosialisme nggk boleh ada ambisi pribadi untuk memiliki apa pun. Semuanya harus sama. Karena kepentingan pribadi bisa ngerusak kesatuan. Konsepnya sih gitu deh. Tapi kenyataannya?

Ya, tapi kenyataannya nih, pemikiran itu cuma teori doang. Prakteknya nol besar. Buktinya, para petinggi partai komunis berebut harta dan kekuasaan. Bukan hanya itu, pejabatnya juga sering mengeksploitasi rakyat dan mengatasnamakan rakyat untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Itu sebabnya, jangan heran kalo muncul lelucon-lelucon satire (sindiran) oleh banyak rakyat Soviet. Kalo nggak percaya silakan baca buku Mati Ketawa Cara Rusia. Dijamin ngakak sendiri, tapi sekaligus bikin kita mikir. Ya, karena sosialisme-komunisme juga nggak ada bedanya ama kapitalisme kalo dilihat dari merusaknya.

Oya, kayaknya kamu perlu tahu deh bahwa ‘akidahnya’ Sosialisme adalah materialisme. Prinsip materialisme menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada hanyalah materi belaka. Nggak ada Tuhan, nggak ada ruh, atau aspek-aspek kegaiban lainnya. Jadi, materilah asal-usul segala sesuatu. Materi juga merupakan dasar eksistensi segala macam pikiran. Dari ide materialisme inilah dibangun dua ide pokok dalam Sosialisme yang mendasari seluruh bangunan ideologi Sosialisme, yakni Dialektika Materialisme dan Historis Materialisme. (Ghanim Abduh, Kritik Terhadap Sosialisme-Marxisme, Pustaka Al-Izzah, 2003)

Nah, atas dasar ide materialisme ini, dengan sendirinya agama nggak punya tempat dalam Sosialisme-Komunisme. Sebab agama berpangkal pada pengakuan atas eksistensi Tuhan, yang jelas-jelas diingkari oleh ide materialisme. Bahkan agama dalam pandangan kaum sosialis hanyalah ciptaan manusia yang tertindas dan merupakan candu yang membius rakyat yang harus dimusnahkan dari muka bumi.

Itu sebabnya nih, menurut Sosialisme hubungan negara-agama dapat diistilahkan sebagai hubungan yang negatif. Dalam arti Sosialisme telah menafikan alias secara mutlak eksistensi dan pengaruh agama dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Agama merupakan candu masyarakat yang harus dibuang dan dienyahkan. Begitu deh singkatnya. Oke? Kalo pengen lengkap sekarang udah banyak buku-buku yang bahas tentang sosialisme, baik pandangan pemikir Kapitalisme, Islam, maupun dari praktisi Sosialisme-Komunisme sendiri. Biar mantep, gitu lho.


Islam adalah ideologi

Bro en Sis, jelas banget kalo Islam tuh adalah ideologi. Itu sebabnya, jangan lagi kita menganggap bahwa Islam cuma ngurus soal akhirat aja. Islam lihai juga lho ngurus dunia. Tapi dengan catatan, yakni kalo Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Jadi, mulai sekarang biasakan untuk memahami Islam sebagai ideologi. Oke?

Sekadar menekankan aja nih, bahwa nggak ada keraguan kalo akidah Islam tuh menjelaskan bahwa sebelum ada kehidupan dunia ini ada Allah Pencipta manusia, alam semesta, dan kehidupan; bahwa Allah Pencipta manusia telah menurunkan aturan-aturanNya ke dunia ini untuk mengatur kehidupan manusia; dan bahwa manusia akan menuju alam akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga atau neraka—begantung pada terikat-tidaknya dirinya dengan aturan-aturanNya. Itulah realitas akidah Islam yang harus diyakini oleh setiap Muslim.

Karena itu, agama Islam tidak boleh dipisahkan dari kehidupan. Seorang Muslim diperintahkan untuk menaati Allah Swt. di rumah, di pasar, di mal, di kendaraan, di kantor, di sekolah, di masjid, di ruang pertemuan, di mess, di hotel, dan di setiap tempat. Demikian juga ketika makan, minum, berpakaian, berakhlak, beribadah, dan berbagai muamalah. Semuanya kudu ngikutin aturan Allah Swt. dan RasulNya.

Boys and gals, Islam adalah agama yang nggak bisa diceraikan dari politik (baca: negara). Itu sebabnya, Imam al-Ghazali berkata: “Karena itu, dikatakanlah bahwa agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Dikatakan pula bahwa agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap.” (Dalam kitabnya, al-Iqtishad fil I’tiqad hlm. 199)

Nah, mulai sekarang, tanamkan pemahaman tentang Islam sebagai ideologi agar lebih mantep mengenal dan meyakini Islam. Supaya makin sayang sama Islam. Sebaliknya, kenali lebih dalam kapitalisme, sosialisme, komunisme, sekularisme, liberalisme, dan keyakinan serta semua ideologi rusak lainnya agar kita makin benci dan mencampakkan aturan-aturan kufur tersebut. Hanya Islam yang wajib tegak di muka bumi ini, bukan yang lain. Setuju kan?

Cinta Tanpa Koma


Bicara tentang cinta pasti nggak pernah ada habisnya. Akan selalu ada cerita. Beragam cerita tentang berbagai versi cinta di dalamnya. Cerita bahagia. Cerita sedih. Cerita tentang kemarahan. Cerita tentang kerinduan. Cinta kepada orang tua. Cinta kepada sahabat. Cinta kepada saudara. Cinta kepada kekasih. Cinta kepada kekuasaan. Cinta kepada kekayaan.

Tapi, adakah cinta sejati di antara semua itu? Cinta yang dapat membuat pengorbanan dilakukan tanpa penyesalan. Cinta yang mampu melahirkan sejatinya kebahagiaan.

Ramai orang berlomba mencari cinta yang sesungguhnya. Mereka mencari, kita mencari, menapaki jalannya masing-masing dengan caranya sendiri. Ada yang dengan memperturutkan hawa nafsu, menjadikan diri sendiri sebagai satu-satunya penentu. Sehingga tidak heran bertebaranlah cinta rela mati ala Romeo dan Juliet atau ala Jack ‘n Rose. Sehingga lahirlah perayaan berhala cinta ala Juno Februata atau ala Dewa Zeus dan Hera. Cinta liar. Cinta tanpa akal. Cinta tanpa perenungan.

Lalu bagi kita, cinta sejati seperti apakah yang akan kita perjuangkan? Cinta sejati seperti apakah yang layak kita miliki dan bagi?

Cinta sejati yang terabai

Manusia ada karena diciptakan oleh Sang Penguasa Alam Semesta, Allah Swt. Allah telah ciptakan manusia dengan rasa butuh. Manusia membutuhkan makanan-minuman, pakaian dan tempat tinggal untuk bisa tetap menjalani kehidupan. Manusia membutuhkan perlindungan untuk bisa hidup dengan aman. Manusia membutuhkan pendidikan agar mampu berkembang.

Allah ciptakan manusia dengan kemampuan merasa: haru, marah, suka, takut, sedih, takjub, kecewa, cinta. Sehingga hidupnya bisa dijalani dengan lebih berwarna.

Allah ciptakan manusia dengan menyediakan segala isi bumi dan langit diperuntukkan bagi manusia. Allah curahkan air dari langit sebagai penyubur tanaman. Allah ciptakan laut dan sungai beserta makhluk di dalamnya. Allah telah ciptakan padang rumput untuk manusia bisa gembalakan hewan ternak bagi kepentingannya. Allah telah ciptakan pepohonan sehingga manusia bisa berteduh dan membuat tempat tinggal.

Allah telah ciptakan padi, gandum, jagung, ketela untuk mengenyangkan perut manusia. Allah telah ciptakan api dan barang tambang sehingga manusia bisa hidup lebih nyaman. Air, api, udara, tanah, Allah sudah serahkan semuanya bagi manusia. Allah telah hadirkan akal pada manusia sehingga mampu selalu memajukan hidupnya. Dan itu yang teristimewa. Namun, apa yang telah manusia perbuat untuk membalas cintaNya?

Cinta Allah dibalas dengan pendustaan terhadap perintah dan laranganNya. Cinta Allah dibalas dengan penolakan untuk berhukum berdasarkan aturanNya. Yang halal tidak dipedulikan! Yang haram dilanggar! Cinta Allah dibalas dengan pelalaian, pembohongan, dan keengganan untuk taat sepenuhnya, untuk mengabdi sepenuh jiwa. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. hanya dipakai sesekali, tidak untuk dikaji lagi dan ditaati. Ironis. Miris.

Cinta sejati tak akan pernah menyakiti

Cinta Allah kepada makhlukNya adalah ampunan dan nikmatNya atas mereka, dengan rahmat dan ampunanNya, serta pujian yang baik kepada mereka. Cinta Allah kepada kaum mukmin adalah pujian, pahala, dan ampunan bagi mereka (Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah, hlm.: 42)

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari hadist Anas bin Malik r.a. Dia berkata: “Rasulullah saw bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabnya. Dia berfirman : ‘….Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar. Aku menjadi matanya yang ia gunakan untuk memandang. Aku menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang. Aku menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. DenganKu ia mendengar, denganKu dia memandang, denganKu dia memegang, denganKu dia berjalan. Seandainya ia meminta kepadaKu, niscaya Aku benar-benar memberikan kepadanya permintaanya, dan seandainya dia berlindung kepadaKu, niscaya Aku benar-benar melindunginya….”

Dari Anas r.a., sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:”Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lainnya, orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan orang yang tidak suka kembali kepada kukufuran sebagaimana dia tidak suka dilemparkan ke Neraka.” (Mutafaq ‘alaih)

Indah. Teramat indah cinta yang Allah Swt. anugerahkan kepada manusia. Cinta yang melebihi cinta semua makhluk di seluruh jagad raya. Kalau kita membalas cinta itu dengan tulus dijamin tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan, bahkan balasannya melebihi apa yang kita mampu perkirakan.

Itulah cinta Allah, cinta sejati. Cinta yang nggak akan pernah menyakiti.


Cinta tanpa koma

Cinta Allah bagi para hambaNya sudah sangat jelas tidak akan pernah lekang oleh jaman. Nggak pernah habis digerus kondisi, situasi, dan waktu. Lalu bagaimana sebaliknya? Balasan seperti apa yang sepatutnya kita persembahkan bagi Allah? Pastinya cinta haruslah dibalas dengan cinta. Cinta yang seperti apa? Al Zujaj berkata, “Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan ridlo terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw.”

Di sebuah kisah, Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar, dan Utsman datang bertamu ke rumah Ali. Di sana mereka dijamu oleh Fathimah, putri Rasulullah sekaligus istri Ali bin Abi Thalib. Fathimah menghidangkan untuk mereka semangkuk madu. Ketika mangkuk itu diletakkan, sehelai rambut jatuh melayang dekat mereka. Rasulullah segera meminta para sahabatnya untuk membuat perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, yaitu mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut. Malaikat Jibril yang hadir bersama mereka, turut membuat perumpamaan, “Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut.” Allah Ta’ala, pun membuat perumpamaan dengan firmanNya dalam hadits Qudsi, “SurgaKu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu. Nikmat surgaKu itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surgaKu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.” (Sabili No.09 Th.X)

Cinta kita kepada Allah akan mampu membuat kita rela berkorban apa saja demi Dia, membuat kita akan terus mengingatNya, tunduk terhadap segala tuntunanNya, dan bersabar atas segala ujian dariNya. Tanpa kita was-was kalau cinta kita tidak berbalas. Allah sendiri yang menjanjikan seperti yang termaktub dalam hadist Qudsi di atas. Surga. Memang akan selalu muncul rintangan di tengah perjalanan. Akan ada jalan terjal menuju ke sana. Namun Allah sudah pastikan surga itu nyata ada buat kita.

Cinta kepada Allah memang harus diletakkan di atas segalanya. Namun, bukan berarti cinta kita kepada manusia yang lain tersingkirkan. Cinta seperti itu seharusnya tetap ada dan memang akan terus ada karena secara alami Allah telah ciptakan bagi kita. Namun, harus dipastikan bahwa iman yang menjadi satu-satunya sandaran. Sandaran bagi cinta. Sandaran bagi benci kita.

Allah berfirman dalam hadist Qudsi:”KecintaanKu pasti akan diberikan kepada orang-orang yang saling mencintai karenaKu. KecintaanKu berhak diperoleh oleh orang-orang yang saling mengunjungi karenaKu. Kecintaanku berhak diperoleh olah orang yang saling memberi karenaKu. KecintaanKu berhak diperoleh oleh orang yang saling menjalin persaudaraan karenaKu.”

Keindahan cinta seperti itu pernah ditunjukkan oleh Suhail bin Amr, Ikrimah bin Jahal, dan Al Harist bin Hisyam. Ketiganya adalah syuhada di Perang Yarmuk tahun 15 H. Saat itu mereka bertiga mengalami dahaga yang luar biasa. Para sahabat yang mengetahui itu segera membawakan air kepada Ikrimah. Namun Ikrimah menolak karena dia melihat Suhail merasakan yang sama. Ikrimah meminta para sahabat memberikan air itu kepada Suhail. Rasa haus sudah mencengkeram kerongkongan, namun di titik nafas penghabisan itu Suhail melihat Al-Harits bin Hisyam juga sedang kehausan. Dia meminta air itu diberikan kepada Al Harits. Ketika air itu tiba, ternyata Al Harits sudah tiada. Air itu segera dibawa ke Ikrimah kembali, ternyata dia pun sudah tidak bernafas lagi. Sahabat langsung membawakan air kepada Suhail, ternyata kondisi Suhail pun sama, sudah gugur menjadi syuhada. Akhirnya mereka bertiga syahid dalam pengorbanan dan kesetiaan kepada saudara seiman, seakidah, dan tentunya wafat dalam berjuang di jalan Allah, jihad fisabilillah.

Jangan sampai iman pudar lalu hawa nafsu yang menang. Ketika itu yang terjadi maka cinta Allah yang agung tidak akan pernah bisa diindera, dirasa. Cinta antar manusia pun hanya akan berbuah malapetaka. Keinginan kita menuju surgaNya akan sirna.

“Betapa buruk pemuda yang memiliki budi pekerti
dipaksa mengorbankan adab karena nafsu diri

kehinaan didatangi padahal ia mengetahuinya

kehormatannya terkoyak dan kehinaan dijaga

kesadarannya bangkit tatkala dia jatuh terjerembab

dia menangis tatkala tak mampu lagi bangkit” (Syair Abu Bulaf al-Ajly)

Bro en Sis, Allah Swt. masih memberikan kesempatan bagi kita untuk mencintaiNya dan kita masih memiliki peluang untuk menerima curahan kasih sayangNya. Lalu mengapa kita tidak berusaha mewujudkan itu pada diri kita? Jangan sampai ada rasa sesal di kemudian hari karena kesempatan yang berharga telah hilang dari diri.

Cinta Allah akan senantiasa mengalir bagi para hambaNya. Siang. Malam. Saat manusia terjaga. Saat manusia terlelap. Ketika manusia ingat. Ketika manusia khilaf. Tiap detik helaan nafas. Tiap hentakan langkah yang kita buat. Tiap waktu cinta Allah hadir selalu. Cinta tanpa titik akhir. Tanpa jeda. Cinta tanpa koma. Kita pun wajib membalasnya dengan upaya sekuat tenaga untuk memgkokohkan iman, memelihara perjuangan, tentunya diiringi doa dan ketulusan.

Pikirkan Masa Depanmu


Hai putih-abuabuers! Alhamdulillah, akhirnya UN kelar juga. Setelah kamu dibikin ‘sport jantung’ ngadepinnya, sekarang kamu bisa sedikit bernapas lega. Eits, inget jangan banyak-banyak dulu bernapas leganya, karena perjuanganmu masih belum berhenti. Jangan dulu terlalu ‘over pede’ ngerasa pasti lulus sebelum surat keputusan kelulusan itu kamu baca dengan mata-kepala sendiri. Ok? Yang pasti, kami segenap kru gaulislam (tanpa diminta pun) bakal selalu ngedoain kalian semua supaya bisa lulus 100% dengan nilai yang memuaskan dan bisa ngelanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Insya Allah, amin Ya Robb.

Sedikit tips aja buat kamu yang mungkin masih bingung mau ngapain abis UN ini sembari menunggu hasilnya kelar. Pertama, pasrahkan semua usaha yang udah kamu lakukan pada Allah Swt. dalam arti tawakal. Jadikan diri kamu dalam posisi zero alias nol menghadapi ketentuanNya kelak. Kita hanyalah makhluk kecil dan lemah di hadapan keMahaKuasaanNya. Saat usaha sudah kita lakukan semaksimal mungkin, diiringi munajat yang tiada henti-hentinya, maka diri kita sudah harus disiapkan dalam posisi zero tadi. Karena, faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah (dan jika kamu sudah berusaha, tawakkallah pada Allah Swt). Katakan, “Ya Allah, aku sudah berusaha maksimal, sekarang aku pasrah pada ketentuanMu. Aku yakin, Engkau pasti akan memberi yang terbaik untuk hamba-hambaMu yang senantiasa dekat denganMu.”

Kedua, meski UN udah lewat, jangan pernah berhenti untuk terus beribadah dan berdoa. Allah berjanji di dalam al-Quran (yang artinya): “…Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS al-Baqarah [2]: 186).

Ini adalah jaminan dari Allah bagi siapa aja yang mau terus berdoa tanpa lupa ibadah dan ikhtiar tentunya. Mohon agar selalu diberi yang terbaik di dalam suka maupun duka. Lengkapi juga dengan aneka rutinitas ibadah sunnah seperti sholat sunnah dhuha, tahajjud, hajat, istikharah (saat harus memilih di antara dua pilihan), plus shaum sunnah senin-kamis, atau bisa juga shaum sunnah daud (dua hari sekali), shaum sunnah tengah bulan (tiap tanggal 13,14,15 bulan hijriah), shaum sunnah di momen yang dicontohkan oleh Rasul Saw., dan nggak ketinggalan juga baca al-Quran, shalawat, dzikir, serta istighfar. Ditambah lagi sama sedekah. Beberapa keutamaan sedekah itu antara lain bisa memudahkan rizki dan menolak marabahaya. Tunggu apa lagi, kalo sobat muda mengamalkan semua ini dengan ikhlas, pasti Allah memberi yang terbaik dalam hidup, cita-cita, karir, dan masa depan.

Ketiga, kamu boleh bernazar kok. Nazar adalah janji kepada Allah Swt. bila keinginan kita dikabulkanNya akan melakukan suatu ibadah atau perbuatan baik. Misalnya kamu bernazar, Ya Allah kalo saya lulus UN dengan nilai rata-rata 7, saya akan puasa tiga hari berturut-turut. Hukum asalnya boleh. Saat dikabulkan, janji tersebut hukumnya menjadi wajib untuk ditunaikan. Tapi kalo nggak terkabul, nggak dipenuhi pun ora popo.

Keempat, ba’da UN jangan pernah melakukan perbuatan sia-sia dan dosa. Hayo ngaku, siapa yang pas pulang UN hari terakhir kemarin corat-coret seragam? Atau ngerayain dengan aneka party, dari mulai minuman keras, narkoba, sampe free sex? Na’udzu billahi min dzalik. Semoga nggak ada yang ngelakuin hal ‘bodoh’ itu ya. Udah sia-sia, dosa pula. Jangan sampai kamu dicap sama orang tua, para guru, dan masyarakat sebagai pelajar yang nggak terpelajar atau pelajar yang kurang ajar. Belum terlambat kok untuk istighfar mohon ampunan pada Allah Swt. dan mohon maaf pada ortu, guru, dan diri sendiri kalo kamu udah terlanjur ngelakuinnya. Bersyukur atau meluapkan suka-cita bukan begitu caranya, Pren. Tunjukkan kalo kamu udah dewasa. Karena hanya orang-orang dewasalah yang mampu berpikir, berucap, dan bersikap sesuai kebutuhan.

Kelima, persiapkan kuliah. Di antara kamu mungkin ada juga yang mau langsung kerja terus pesimis nggak mampu kuliah karena masalah biaya. Iya kan? Berdasar pengalaman pribadi, kalo boleh ngasih saran, mumpung masih muda, kamu menimba ilmu dulu aja sampe ke jenjang yang paling tinggi kalo bisa. Karena masa depan kita insya Allah lebih cerah dengan ilmu, wawasan, pengalaman, plus skill yang didapet di bangku kuliah. Nggak percaya? Nyok kite bahas…

Masa depan butuh ilmu!

Sobat muda, sebagai muslim kita diperintahkan untuk terus menuntut ilmu. Banyak sekali firman Allah Swt. yang menganjurkan untuk berilmu. Pun Rasulullah Saw. teladan kita sangat menganjurkan umatnya untuk berilmu. Bahkan, salah satu keutamaan menuntut ilmu itu bisa menjadi penebus dosa-dosa kita yang telah lalu. Rasullulah bersabda: “Siapa saja yang menuntut ilmu, maka menjadi penebus dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR at-Tirmidzi)

Sampai-sampai dalam Islam, kedudukan mencari ilmu itu sejajar dengan berjihad. Maka tatkala ada kewajiban berjihad, tidak boleh semua orang terjun ke medan perang. Sebagian ‘alim ‘ulama (orang yang berilmu) harus tetap tinggal di tempat untuk terus mengajar dan mendidik generasi penerus. Mutlak, dalam menjalani kehidupan ini kita pasti membutuhkan ilmu.

Seringkali banyak orang menilai pendidikan yang sarat ilmu dengan sebelah mata. Sehingga menyimpulkan bahwa pendidikan itu nggak penting. Belajar nggak penting. Pengennya langsung bisa kerja dan punya banyak uang. Padahal untuk kerja aja butuh ilmu. Maka yang terjadi adalah seperti yang kita lihat saat ini, selepas SMA/sederajat banyak yang ingin langsung bekerja. Di satu sisi itu bagus, menandakan kamu adalah orang yang mandiri dan bertanggungjawab. Tapi di sisi lain kamu melupakan kewajiban untuk terus menuntut ilmu. Bukankah menuntut ilmu itu kewajiban dari mulai dalam buaian ibu hingga ke liang lahat, sebagaimana yang telah disabdakan Beliau Saw.? Lagian, nyari ilmu bisa kapan aja, termasuk sambil kita cari nafkah. Iya kan?

Bro en Sis, hati-hati dengan motivasi kamu. Apakah kamu termasuk orang yang punya motivasi materi, yang mau melakukan sesuatu hanya karena ingin dapat kepuasaan berdasar materi alias kekayaan keduniawian belaka? Atau termasuk orang dengan motivasi moral, yang mau melakukan sesuatu hanya karena ingin dapat pujian, penghargaan, alias prestise dari manusia saja? Semoga nggak ada ya. Karena bagi seorang muslim, setiap melakukan apa pun, selalu motivasi yang dimiliki adalah motivasi ilahiyah, hanya karena Allah Swt. (lillah), billah (dengan Allah/mengikut-sertakan Allah), dan ilallah (untuk Allah Swt.).

So, yuk kita ubah mindset (pikiran) kita. Hidup kita jangan diorientasikan dengan hal-hal yang bersifat duniawi doang. Jangan pula memfokuskan hidup kita hanya untuk karir dan pekerjaan aja. Alangkah indahnya jika kita berprinsip bahwa hidup adalah untuk belajar dan beramal. Di sinilah letak pentingnya ilmu.

Pilihan baik setelah kamu lulus dari SMA/sederajat adalah melanjutkan kuliah. Menuntut ilmu di lembaga formal di jenjang perguruan tinggi bisa kamu pilih dari mulai jalur D1, D2, D3, D4, atau S1 yang diselenggarakan oleh universitas, institut, akademi, sekolah tinggi, atau lembaga pendidikan setingkat itu, sampai nanti S3 dan dianugerahi gelar profesor. Atau di lembaga non-formal seperti tempat kursus keterampilan. Atau magang bersama ahli kemudian belajar sendiri untuk pengembangannya. Pilih jurusan dan program studi yang sesuai dengan minat, bakat, serta cita-cita kamu. Tentu yang nggak bertentangan sama Islam, dong. Kuliah, kursus, atau belajar mandiri adalah dalam rangka menuntut ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan mudah-mudahan juga untuk akhirat. Masalah biaya? Gampang, komunikasikan dengan ortu kita, atau nabung dulu, meminjam biaya sementara kepada saudara, mencari orang tua asuh, atau mencari beasiswa.

Nah ini pilihan berikutnya, kuliah sambil bekerja. Waktunya diatur sedemikian rupa. Berikutnya, jangan pernah pesimis dengan biaya. Karena yang punya rizki hanyalah Sang Maha Pemberi Rizki, Allah ar-Razaq. Bukan ortu atau manusia lainnya. Pokoknya, yakini bahwa dengan jalan menuntut ilmu di bangku kuliah, kursus, atau otodidak ini kita bisa mendapatkan ridho dan kemudahan dari Allah Swt. Nggak ada yang lain, semua yang kita persiapkan ini adalah (sekali lagi) untuk masa depan bahagia.

Menata masa depan

Kita sadar hidup di dunia nggak akan selamanya. Kita sedang menuju masa depan (baca: akhirat) yang menjadi tujuan akhir hidup kita. Semoga surga adalah tempat yang Allah Swt. sediakan buat kita semua, hamba-hambaNya yang senantiasa beriman dan beramal shalih.

Bro en Sis, tuk melengkapi semua rencana masa depan kita, nggak lupa juga saya ingetin agar terus istiqomah mengkaji Islam. Kamu bisa memulainya dengan masuk pondok pesantren sambil kuliah atau bekerja, atau rutin mengikuti pembinaan dalam halqoh dan liqo’. Atau minimal kamu rutin mengikuti kajian Islam yang digelar di tiap masjid, majlis ta’lim, radio, tv, de-el-el, saban minggunya (BTW, dengerin juga acara klinik gaulislam di radio KISI 93.4 FM Bogor ya, setiap Rabu mulai jam 05.30 WIB). Nggak lupa juga mengamalkan dan mendakwahkannya. Semua ini kita lakukan (lagi-lagi) untuk melengkapi persiapan kita dalam menata masa depan, agar hidup kita seimbang dunia-akhirat, sebagaimana firman Allah (yang artinya): “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi…” (QS al-Qashash [28]: 77)

Sebagai kesimpulan, mari kita mulai menata masa depan kita dari mulai mempersiapkan kuliah, kuliah sambil bekerja, kursus keterampilan atau otodidak, kemudian bekerja mencari nafkah, sembari tetap istiqomah mengkaji, mengamalkan, dan mendakwahkan Islam hingga maut memisahkan kita. Insya Allah. Wallahu a’lamu bi ash-shawaab. Salam Mumtaz! [anto apriyanto, the spirit of soul | anto.mumtaz@gmail.com]

4.28.2010

Anak Belajar dari Kehidupannya


Bro en Sis, mungkin kamu tahu berita tentang anak umur 4 tahunan yang udah lihai merokok dan terbiasa bicara cabul. Aduh, pas tahu ada berita ini, saya sedih banget. Terus jadi inget deh waktu saya nulis di buku Jangan Jadi Bebek (2002). Pada bagian akhir buku ini membahas tentang perilaku orang tua yang akan dicontek oleh anak-anaknya. Baik orang tuanya, insya Allah baik anaknya. Buruk orang tuanya, buruk pula anaknya. So, emang kudu ati-ati memberikan contoh perilaku kepada anak kecil. Memang sih, nggak murni salah orang tua kandungnya aja. Orang dewasa di sekitar kehidupan anak kecil juga akan turut mempengaruhi lho.

Ada pepatah/peribahasa lama, “Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga”. Yup, pepatah ini pernah menjadi judul tulisan di buku saya, Jangan Jadi Bebek. Dengan indah peribahasa itu mengumpamakan orang tua sebagai atap, bagian paling atas dari rumah. Posisi yang memberikan perlindungan kepada seluruh anggota keluarga. Atap jugalah yang kemudian meneteskan air ke pelimbahan, yakni anak-anak kita. Dan air, adalah karakter yang diwariskan kepada anak-anak, meluncur deras – sesuai sunatullah — dari atap menuju pelimbahan.

So, disadari atau nggak tingkah laku dan kebiasaan para orang tua, sebenarnya menjadi cerminan bagi anak-anak di rumah. Memang benar ada karakter yang diwariskan secara genetis kepada anak-anak, seperti yang diuraikan berbab-bab oleh para ahli biologi. Tetapi sebenarnya jauh lebih banyak karakter yang diperoleh anak-anak dari hasil didikan kita.

Anak-anak belajar dari orang tua mereka dengan cara mendengarkan, mengamati dan memikirkan tingkah laku orang tua. Ayah dan ibunya mengajak anak-anak untuk sholat, akan direkamnya, kebiasaan ibunya membuatkan secangkir kopi bagi ayahnya, kebiasaan ayahnya berpamitan kepada ibunya saat berangkat ke tempat kerja, kebiasaan mereka berdua mencurahkan kasih sayang pada mereka, anak-anaknya, menjadi pelajaran-pelajaran yang lebih berkesan ketimbang duduk mendengarkan ceramah berjam-jam. Bahkan kebiasaan ‘sepele’ seperti jam berapa menyalakan televisi dan acara apa yang biasa kita saksikan, seluruhnya terekam baik dalam ingatan anak.

Anak-anak adalah cermin bagi orang tua. Bagaimana orang tuanya, begitulah anaknya. Like father, like sons. Saat para orang tua menatap mata anaknya, mengamati bentuk hidungnya, cara berjalannya dan gaya bicaranya, pasti mereka akan temukan diri mereka pada anak-anaknya. Maka bila kita tidak ingin dipermalukan di depan orang lain oleh tingkah polah anak-anak, berarti kita pun jangan berbuat hal yang memalukan di depan anak-anak kita sendiri. Setuju kan, Bro?

Salah asuhan

Ini bukan judul cerita roman karya Abdoel Moeis, lho. Meski mungkin saja kisah di dalamnya mirip dengan kondisi masyarakat kita saat ini. Silakan dibaca aja novelnya. Yup, Salah Asuhan bukan sekadar novel biasa, ia juga merupakan pandangan kritis pengarangnya, Abdoel Moeis, terhadap dampak politik etis (Etische Politiek) yang dilancarkan pemerintah Hindia Belanda sejak awal abad ke-20. Moeis menyiratkan pesan, pendidikan Barat yang dinikmati sebagian kaum bumiputra seharusnya tak membuat mereka tercabut dari akar budayanya. “Orang Timur jangan sekali-kali menjadi sepuhan Barat,” ujar Mariam, ibu dari tokoh utama novel ini, Hanafi.

Ok, kisah hidup di novel itu mirip-mirip dikitlah dengan kondisi kehidupan kita sekarang. Sekularisme, hedonisme, permisifisme, liberalism menjadi bagian dari hidup kita. Jelas ini salah asuhan. Sebab masyarakat Indonesia, khususnya yang muslim seharusnya menjadikan Islam sebagai pilihan dan bagian dalam hidupnya. Seluruh hidupnya adalah cerminan dari ajaran Islam. Kalo boleh menggunakan istilah full time muslim, maka seorang muslim dalam seluruh hidupnya harus senantiasa menjadi muslim dan mengamalkan ajaran Islam. Nah, kalo pengen lengkap gimana itu model Full Time Muslim, insya Allah penjelasan detilnya ada di buku yang sedang saya garap tersebut (hehehe.. jadi promosi deh gue!).

Bro en Sis, Kak Seto Mulyadi dari Komnas Perlindungan Anak bilang bahwa kasus serupa Sandi (bocah 4 tahun yang merokok dan videonya udah tayang di Youtube itu), saat ini di Indonesia ada 12 kasus. Walah, banyak amat! Kirain cuma anak itu aja. Ckckck… kasihan juga ya. Waktu mencoba searching di mbah google, saya ngeri banget membaca berita yang bertebaran di sana, plus yang bikin penasaran adalah di sebuah blog ditampilkan juga video berdurasi 3:29 menit yang merekam aktivitas Sandi yang lagi ngerokok dan berkata cabul.

Kalo diperhatiin emang itu ada peran orang dewasa di sekitarnya. Dia menjawab dengan lugas pertanyaan-pertanyaan orang dewasa (yang tidak diperlihatkan batang hidungnya) seputar kata-kata cabul. Setelah Sandi menjawab, terdengar tertawa ngakak dari sejumlah orang dewasa di sekitarnya. Astaghfirullah. Udah deh, haqqul yakin kalo ini memang ada peran orang dewasa dalam membentuk perilaku anak itu. Bener-bener salah asuhan. Kasihan dia. Oya, update terakhir bocah itu udah mulai berkurang aktivitas merokoknya sejak publik tahu kasus dia dan banyak yang merhatiin serta mau bantu menyelesaikan masalahnya. Syukurlah kalo memang begitu. Mudah-mudahan bisa dibina dengan cara yang benar dan baik.

Bro en Sis, orang tua memang paling bertanggung jawab, tapi tentu saja lingkungan sekitarnya juga harus ikut mencontohkan perilaku yang baik. Bukan perilaku yang malah memberikan efek negatif, apalagi kepada anak-anak kecil yang memang mudah untuk meniru.

Tanggung jawab bersama

Sobat muda muslim, benar banget bila anak tumbuh menjadi liar, keras, pendendam, dan tidak punya sikap penyayang, tentu tidak muncul begitu saja. Para orang tua dan orang-orang dewasa di sekitarnyalah yang merekayasa semuanya. Jadi waspadalah!

Maka tidak ada ‘horor’ yang lebih menakutkan bagi anak-anak selain kehilangan kasih sayang. James Coleman, dalam Abnormal Psychology and Modern Life, menyebut kekurangan kasih sayang sebagai communicable disease (penyakit menular). Karena itu Islam sebagai agama yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin mewajibkan orangtua untuk mengekspresikan kasih sayang mereka kepada keluarganya. “Orang yang paling baik di antara kamu ialah yang paling penyayang kepada keluarganya,” kata Rasulullah saw. Bahkan Allah Swt. berfirman: “Bertakwalah kamu kepada Allah tempat kamu saling memohon, dan peliharalah kasih sayang dalam keluarga.” (QS an-Nisâ’ [4]: 1).

Tidak ada tempat yang lebih aman bagi seorang anak selain di dalam pelukan orang tuanya. Karena anak-anak senantiasa membutuhkan kekuatan untuk bersandar, dada untuk menangis dan contoh untuk belajar. Bila kita memberikan itu semua pada mereka, maka lebih dari sekadar perwujudan kasih sayang, tapi bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

Ada sebuah riwayat menarik mengenai hal itu. Diriwayatkan bahwa ada seorang seorang perempuan miskin datang menemui Aisyah r.a. “Ia membawa dua orang anak perempuan. Aku memberikan tiga butir kurma kepadanya. Ia memberikan dua butir kurma kepada anaknya. Ia bermaksud untuk memakan sisanya. Tetapi kedua orang anaknya berusaha merebutnya, sehingga kurma itu pun jatuh dari tangannya. Akhirnya, perempuan itu tidak makan kurma satu butir pun. Aku terpesona dengan perilaku perempuan itu. Aku ceritakan peristiwa itu kepada Rasulullah saw. Ia bersabda; “Barangsiapa yang mendapat ujian atau menderita karena mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka.” (HR Bukhari, Muslim, dan Turmudzi)

Selain itu anak-anak juga memiliki hak untuk mendapatkan harta dan pendidikan. Tanpa keduanya, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lemah. Allah Swt. berfirman: “Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah (iman, ilmu, dan amal), yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS an-Nisâ’ [4]: 9).

Bukanlah orang tua yang baik yang meninggalkan anak-anak mereka dalam keadaan lemah. Baik iman, ilmu dan harta. Anak-anak membutuhkan semuanya.

Suatu ketika Luqmanul Hakim bercakap-cakap dengan anaknya. “Wahai ayah, apa yang terbaik bagi manusia?”

“Agama,” jawab Luqman.

“Kalau dua?”

“Agama dan harta.”

“Kalau tiga?”

“Agama, harta dan rasa malu.”

“Bila empat?”

“Agama, harta, rasa malu dan akhlak yang mulia.”

“Jika lima?”

Agama, harta, rasa malu, dan akhlak yang mulia dan dermawan.”

Anaknya bertanya lagi, “Jika enam?”

Luqman menjawab, “Anakku, jika yang lima itu berkumpul pada diri seorang hamba maka dia adalah orang yang bertakwa, dan Allah akan menolong orang yang menjauhi syetan.”

Yuk, kita jaga bersama masa depan generasi muslim. Agar mereka tumbuh dengan benar dan baik. Kalo bocah usia 4 tahun itu fasih berkata-kata cabul dan lihai merokok, itu membuktikan bahwa dia memang belajar dari kehidupannya. Pastilah, itu karena dia melihat faktanya dan bisa jadi di-create oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Apalagi kasus serupa lainnya, bocah umur 3 tahun merokok karena kakek dan kakaknya merokok dan si bocah melihat kenyataan itu. Waduh, ngeri deh. Saya kepikiran juga, kalo bocah-bocah itu dengan mudah bisa merokok, seharusnya dia bisa juga diarahkan untuk hal positif. Karena anak-anak memang relatif lebih mudah dibentuk karakternya ketimbang yang udah bangkotan. Semoga ini menjadi pelajaran kita semua dan mulai berpikir serius untuk menyelamatkan generasi ini dari pengaruh buruk. Yuk dakwah

Jangan Main-main dengan Hidupmu

Pernah dengar nggak ungkapan-ungkapan kayak gini? “Ah elo nggak keren kalo nggak mabok!” ; “Ah elo nggak jantan kalo nggak ngerokok”; “Ah elo nggak gaul kalo nggak ditato”

Setuju nggak elo sama ungkapan-ungkapan tersebut? Kalo elo nggak setuju gue kasih jempol deh buat elo karena elo bisa menggunakan pikiran dan akal sehat elo dengan baik. Tetapi kata-kata tersebut sering banget menginspirasi banyak orang—nggak peduli tua atau pun muda—yang penting orang yang pikirannya pendek pasti akan ngikut aja. Orang model gini, biasanya berprinsip: yang penting sebuah pengakuan supaya bisa dibilang kerenlah, jantanlah gaullah dan sejuta predikat yang nggak nyambung sama fakta. Iya nggak?

Hasrat menjadi penting

John Dewey pernah bilang: “Desakan yang paling dalam di dalam diri manusia adalah hasrat menjadi penting”. Maka dari itu sesuai dengan faktanya banyak manusia berlaku bodoh hanya untuk menjadi penting, merasa dihargai, dipandang, serta dihormati, bahkan tak jarang hal bodoh itu dapat merusak diri mereka sendiri, orang lain serta membuat mereka tampak lebih bodoh.

Ya, ketika sesorang ditanya apakah ditato itu sakit, mereka menjawab, “Ya, tentu saja sakit” (gimana nggak sakit, wong jarum ditusuk-tusukkan ke tubuh campur tinta). Lalu kenapa kamu masih mau ditato? Dengan berbagai alasan pun dikemukakan: mulai dari alasan seni sampe alasan supaya sangar (apalagi kalo tatonya di wajah dengan gambar topeng Bali pasti dijamin tambah sangar).

Bro en Sis, tetapi apapun alasannya mereka telah melakukan hal yang tidak berguna. Udahlah ngabisin duit, nahan sakit, eh ujungnya susah cari kerja. Padahal mereka itu bukan anak orang kaya, istilahnya biar tekor asal nyohor. Kasihan deh, mereka cuma ikut-ikutan supaya dianggap keren. Istilahnya “posser”, atau follower, mereka mengikuti seorang public figure yang dianggap keren oleh kaum-kaum mereka sesuai dengan jamannya walaupun yang diikutinnya sisi negatifnya aja.

Dandanan sih masberto (masyarakat bertato) ala Oliver Skyes, Lars Federiksen atau Travis Barker tapi tetep aja kagak terkenal habisnya cuma follower. Yang ada malah jadi korban cibiran orang, karena bisanya cuma mengekor dan nggak punya jati diri. Kalo dipikir-pikir sih malah jadi alay (kampungan), Bro! Jadi, pikir-pikir lagi deh kalo mau ngelakuin suatu perbuatan. Jangan cuma ngikut doang. Ok?

Ghazwul fikri

Lha, istilah apaan nih? Kok pake bahasa Arab? Well, nggak apa-apa dong, biar kamu dikit-dikit ngerti istilah ini. Yup, artinya adalah perang pemikiran, euy! Nah, ada baiknya deh kita buka salah satu ayat di al-Quran (yang artinya): “…mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]: 217)

Seperti nukilan ayat di atas Allah Swt. telah memperingatkan kita bahwa orang-orang kafir selalu berusaha mengembalikan kita kepada kekafiran dengan cara apapun. Nah, cara yang paling efektif saat ini dilakukan di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam adalah dengan ghozwul fikri atau perang pemikiran.

Seperti yang dikatakan Samuel Zwemer dalam konferensi al-Quds pada tahun 1935: “Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (al-Quran dan Sunnah). Sehingga mereka menjadi orang-orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah-belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-generasi baru yang akan memenangkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai dengan tujuan kalian”.

Nah lho, bagi elo yang mengaku Islam elo kudu hati-hati dengan alat perang yang namanya ghozwul fikri ini karena metode yang satu ini mempunyai banyak kelebihan yaitu dananya sedikit, dampaknya fatal dan berjangka panjang, sasarannya tidak terbatas dan tidak menimbulkan korban bagi si penyerang.

Dalam rangka memenuhi ambisi mereka maka diciptakanlah sebuah “trend” yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Banyak perbuatan yang tidak berguna dianggap “keren”, maka diciptakanlah acara-acara televisi yang berbau budaya kebarat-baratan dalam sisi negatif seperti sinetron percintaan yang berujung pamer aurat dan perzinahan. Payahnya, hal itu kemudian diikuti oleh pemuda-pemudi yang akhlak dan pola pikirnya lemah. Malah akhir-akhir ini nih ada metode baru yang diciptakan dalam perang pemikiran, yaitu pencitraan bahwa orang Islam yang sering ngaji, berjenggot dan sering aktif dalam acara keislaman adalah teroris. Waduh!

Ngomong-ngomong soal ini, gue jadi inget cerita temen gue. Kalo nggak salah temen gue itu cerita waktu dia balik kampung ada seorang bapak yang bilang gini ke dia hanya karena liat penumpang lain yang berjenggot panjang sambil bawa tas, “Dek, saya kalo ngeliat orang seperti itu ngeri jadinya, takut bawa bom”. Ckckck…

Bro en Sis, lagian bukankah seharusnya kita bertanya lagi: kok kalo ada mafia di Italia atau Yakhuza di Jepang yang sering bikin onar, mereka nggak menghubungkan dengan agamanya? Atau Israel yang udah jelas-jelas telah membantai umat Islam di Palestina mereka nggak pernah ngehubungin sama agamanya. Tapi kalo orang Islam, langsung aja deh dituduh tanpa bukti. Jadinya orang takut untuk mengkaji Islam lebih dalam. Padahal kalo yang udah mengkaji Islam pasti tahu deh kalo Islam itu mengajarkan kebaikan bukan keburukan. Wah, wah, bahaya benar ya perang opini ini. Sampe-sampe orang Islam aja saling curiga dengan sesamanya. Waspadalah!

Jangan sia-siakan hidupmu

Boys and gals, kita kudu yakin bahwa kita itu diciptain sama Allah Swt. nggak sia-sia. Sebab, hidup kita ini terlalu berharga bila nggak digunakan dengan sebaik mungkin. Sampai-sampai Allah berfirman dalam surat al-Mu’minuun ayat 115 (yang artinya). “Maka Apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?”

Tuh kan, bener lho. Kematian itu selalu dekat dengan kita. Jadi kita harus memanfaatkan hidup kita dengan sebaik mungkin. Allah Swt. aja menciptakan kita bukan main-main (bukan asal aja), kok kitanya malah main-main di dunia ini. Jangan mentang-mentang elo masih muda lalu elo hidup maen-maen dan cenderung santai. Pikirin deh, gimana jadinya kalo di tengah jalan tiba-tiba elo meninggal dunia dalam keadaan bermaksiat? Nggak banget ah. So, mulai sekarang elo harus berpikir kematian itu mengincar siapa aja dan jangan sampai elo meninggal dalam keadaan suul khotimah (buruk di akhir hayat). Justru di masa mudalah kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya.

Sebenarnya nih, Bro, kalo ingin mendapat pengakuan dari orang lain dengan menjadi terkenal sebenarnya ada dua jenis: terkenal dari sisi positif dan terkenal dari sisi negatif. Sedangkan keduanya juga sama-sama membutuhkan usaha yang sama sulitnya. Jadi kita tinggal milih tuh mau terkenal lewat sisi mana. Kita tuh hidup di dunia bukan cuma numpang makan dan buang air doang (plus beranak), tapi harus bisa menjadi pribadi yang bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Udah seharusnya kita bangga jadi orang muslim. Banyak tokoh muslim yang menginspirasi dunia. Contohnya Ibnu Sina (Avicena), karena keilmuan kedokterannya dia menjadi inspirasi dunia karyanya yang terkenal yaitu al-Qonun fi at-Tibb yang menjadi suatu rujukan ilmu kedokteran. Ada lagi nih seorang penemu konstruksi mesin terbang pada abad ke 9 yaitu Abbas ibn Firnas. Dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian. Tapi tetep aja yang sering diangkat ke media atau yang kebanyakan orang tahu Da Vinci lah penemu konstruksi pesawat terbang pertama. Ini juga bagian dari ghazwul fikri.

Wuih kalo bicara tentang ilmuwan muslim yang sukses dan orang muslim yang menggoncang peradaban dunia nggak bakal ada abisnya, Bro. Tetapi memang kadang kita nggak mengenal mereka, apalagi orang-orang dulu karena orang Eropa sering mengganti nama ilmuwan muslim menjadi nama-nama latin. Mungkin juga itu dilakukan supaya kita nggak mengenal kejayaan Islam di masa lalu. Kalo zaman sekarang kayaknya sedikit sekali ilmuwan muslim dan tentunya amat beda kualitasnya jika dibandingkan dengan masa kekhalifahan. Sebab, di masa kekhalifahan pendidikan itu harganya nggak mahal. Malah, di masa Khalifah Harun ar-Rasyid, beliau mendirikan Baitul Hikmah atau gedung ilmu pengetahuan dimana kitab-kitab bahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sehingga pengetahuan itu gampang didapat oleh rakyat dan dikembangkan lagi oleh ilmuwan muslim.

Sebenarnya kalau kita ingin mendapatkan pengakuan dan dikenang orang dalam kebaikan, bukanlah dengan cara-cara yang nggak bener, tetapi dengan cara yang sesuai dengan koridor keislaman. Contohnya nih, dengan belajar. So, selagi elo masih sekolah elo belajar yang pinter supaya nanti bisa menjadi ilmuwan muslim yang handal. Selanjutnya karena belajar adalah tradisi utama bagi umat Islam, maka harus dihiasi dengan akhlak islami. Supaya apa? Supaya mantap dong ya. Nah, biar lebih mantap lagi, jangan lupa juga dengerin acara kita di program [klinik] gaulislam setiap hari Rabu jam 05.30 WIB di KISI 93,4 FM Bogor. Kamu bisa kirim SMS pas acara, atau malah bisa ikutan siaran bareng. Kamu mau kan? So, biar keren, kita bilang: “Nggak ngaji, nggak trendi!”

10 Jenis Makanan Antikolesterol


1. SOYA

Kacang soya merupakan makanan popular yg diproses untk mendapatkan Kacang
soya mengandungi 48% protein, lesitin, vitamin & zat galian.Ia juga Dpt
menghidarkan penyakit jantung & kencing manis. Kaya kalsium & Mineral yg
membantu memecah lemak. Ia membantu menyusutkan kadar Lemak jahat (LDL) dan
meningkatkan kadar lemak baik (HDL)

2. KUACI

Kuaci mempunyai kandunan zat besi. Pola pemakanan yg rendah dgn zat besi
boleh menaikkan kadar kolestrol LDL sekali gus menghadkan kolestrol HDL.
Mulakan pengambilan kuaci jenis tawar seperti dari jenis labu atau bunga
matahari untuk menambah zat besi serta mengurangkan kolestrol.

3. BUAH KERING

Antar pelbagai jenis buah kering, limau kering adalah yg paling banyak
mengandungi flavanoid. Pengambilannya mampu menyingkirkan lebihan lemak LDL
sehingga dapat mengurangkan risiko sserangan jantung. Flavanoid juga boleh
diperolehi dalam the, brokoli, tomato, bawang serta delima.

4. EPAL

Memakan sebiji epal @ meminum jusnya setiap hari cukup untuk membekalkan
khasiat bagi mengurangkan kandungan kolestrol dalam badan. Kanak-kanak yg
memakan makanan segera dankemudian memakan epal @ minum jusnya, sebenarnya
menyimbangkan kandungan zat dan mencegah berlaku kemak dlm badan.

5. IKAN TUNA

termasuk sumber asid lemak omega-3 yg popular, selain salmon dan makarel.
Omega-3 secara khusus melindungi tubuh daripada peningkatan kadar kolestrol
LDL.

6. KACANG TANAH

Kacang tanah yg dipanggang mengandungi lemak sihat dan kaya dengan vitamin
E. Ia boleh menghalang radikal bebas agar tidak merosakkan kolesterol LDL
dan dapat menghindari tubuh daripada serangan jantung.

7. MANGGA

Vitamin C banyak terdapat dalam mangga. Sumber lain : belimbing, kedodong,
betik, rambutan, strawberi dan kiwi. Vitamin C berupaya mencegah kolestrol
LDL dlm tubuh.

8. KISMIS

Mengandungi sebatian yg mampu menurunkan kolestrol. Sesiap yg mengamalkan
diet dgn 400 kalori kismis setiap hari boleh menurunkan kadar kolestrol dlm
darah sebanyak 8%.

9. OAT

Lebih daripada kajian saintifik yg dijalankan telah menunjukkan bahawa
pengambilan oat setiap pagi boleh menurunkan kolestrol dalam darah. Serat
mudah larut dalam oat boleh mengurankan risiko penyakit jantung sekiranya
dijadikan sebahagian diet rendah lemak & kolestrol anda.

10. JAMBU BATU

Ia mampu menurunkan paras kolestrol dalam badan sebanyak 18.8%. Disyorkan
mengambilnya setiap hari dalam jumlah mencukupi bagi memastikan khasiatnya
bertindak balas kepada tubuh. Jumlah yg disyorkan ialah 400gm sehari, iaitu
sebiji setengah selama empat minggu. Bagi mereka yang ingin menurunkan
berat badan tanpa melupakan diet seimbang, jambu batu adalah pilihan yg
sesuai

~~~”Jangan terlalu mencari KESEMPURNAAN”~~~


Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN
kepada seseorang… *
*Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya…. *
*Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja…. *
**
*Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu *
*dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. … *

*Jika kamu menadah air biarlah berpada, *
*jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia **begitu
teguh…. *
*cukuplah sekadar KEPERLUANmu. .. *
*Apabila sekali ia retak…. tentu sukar untuk kamu menampalnya semula….
Akhirnya ia dibuang…. *

*Sedangkan jika kamu **cuba** memperbaikinya mungkin ia masih dapat
dipergunakan lagi…. *
*Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, *
*TERIMALAH seadanya…. *
*Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu
ISTIMEWA…. *
**
*Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan
mudah bagi kamu untuk menerimanya. … *
*akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya. *

*Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga
ke akhirnya…. *

*Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi… *
*yang kamu pasti baik untuk dirimu. *
*Mengenyangkan. Berkhasiat. *
*Mengapa kamu berlengah, *
***cuba **mencari makanan yang lain.. *
*Terlalu ingin mengejar kelazatan. *
*Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan MENYESAL.
*

*Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan…..yang pasti
membawa KEBAIKAN kepada dirimu.*
*MENYAYANGIMU. .. MENGASIHIMU. .. *
*Mengapa kamu berlengah, *
***cuba **MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain. *
*Terlalu mengejar KESEMPURNAAN. *
*Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain.. *
*Kamu juga yang akan MENYESAL…*
**
**

———— ——— ———


“WAHAI JIWA-JIWA YANG TENANG JANGAN SEKALI-KALI KAMU MENCUBA JADI TUHAN
DENGAN MENGADILI DAN MENGHAKIMI.BAHWASAN YA KAMU MEMANG TAK PUNYA DAYA DAN
UPAYA,SERTA KEKUATAN UNTUK MENENTUKAN KEBENARAN YANG SEJATI.BUKANKAH KITA
MEMANG TERCIPTA LAKI-LAKI DAN WANITA,SERTA SUKU-SUKU DAN BANGSA-BANGSA YANG
PASTI BERBEZA.BUKANKAH KITA MEMANG HARUS SALING MENGENAL DAN
MENGHORMATI, BUKAN UNTUK SALING BERCERAI-BERAI DAN BERPERANG ANGKAT SENJATA!”

“Wahai orang-orang yang beriman!Jika datang kepada kamu sesuatu berita,maka
selidikilah kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan
perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu ( mengenainya )
sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu lakukan.” (
al-Qur’an,al- Hujurat ( 49 ):6 ).

Umat Islam Perlu Betulkan Cara Berfikir


Umat Islam Perlu Betulkan Cara Berfikir


Kemajuan memang diperlukan,

Tapi bukan mengejar kemajuan korbankan iman,

Iman tidak boleh ditukar dengan kemajuan,

Membangun tidak salah

Membangunlah! Membangunlah!

Tapi jangan mengabaikan perintah Allah,

Perintah Allah itu keselamatan kita dunia Akhirat,

Hendak maju, majulah, tidak salah,

Tetapi bukan mengejar kemajuan

Korbankan maruah bangsa, maruah negara,

Lebih-lebih lagi maruah agama,

Maruah agama ada hubungan dengan Tuhan,

Tuhan adalah segala-galanya,

Maruah bangsa dan negara, lebih-lebih lagi agama,

Mesti dipertahankan,

Kalau perlu dipertahankan dengan nyawa,

Nyawa itu adalah murah,

Maruah bangsa, negara dan agama,

Tidak ada tukarannya,

Jadi umat Islam samada pemimpin ataupun rakyatnya,

Jangan kerana mengejar kemajuan

Macam orang kafir mengejar kemajuan,

Tidak fikir halal haram

Dan tidak fikir Tuhan,

Umat Islam ada caranya yang tersendiri,

Tak sama orang kafir,

Orang kafir hanya memikirkan hidup di dunia semata-mata,

Orang Islam hidup Akhirat lebih utama,

Sebab di Akhirat destinasi akhir kita,

Di sana kita berlama-lama,

Tidak diukur dengan masa,

Hidup di dunia ini,

Walau seindah manapun adalah murah,

Dibandingkan hidup di Akhirat,

Jangan kita tertipu dengan kehidupan orang kafir,

Sebab itu Tuhan nak mengingat orang Islam

Di dalam Al Quran yang maksudnya:

“Janganlah memperdayakan kamu

serba adanya orang kafir di dalam negara”

Setengah negara umat Islam mengejar kemajuan,

Kemajuan tidak dapat dicapai,

Tapi iman sudah dikorbankan,

Kemajuan tidak sampai ke mana,

Tetapi syariat Tuhan sudah diabaikan,

Jadi umat Islam samada pemimpin atau rakyat jelata

Kena betulkan cara berfikir,

Kalau salah berfikir kita akan menjadi hamba orang,

Seperti yang berlaku kepada dunia Islam hari ini.

Ibu vs kekasih


Orang kata aku lahir dari perut ibu..
Bila dahaga, yang susukan aku.. ibu
Bila lapar, yang suapkan aku..ibu
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku.. ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut.. Bu!
Bila bangun tidur, aku cari.. ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ..ibu
Bila nak bermanja… aku dekati ibu
Bila nak bergesel… aku duduk sebelah ibu
Bila sedih, yang boleh memujukku hanya ibu
Bila nakal, yang memarahi aku… ibu
Bila merajuk… yang memujukku cuma..ibu
Bila melakukan kesalahan… yang paling cepat
marah..ibu
Bila takut… yang tenangkan aku.. ibu
Bila nak peluk… yang aku suka peluk..ibu

Aku selalu teringatkan ..Ibu
Bila sedih, aku mesti talipon… Ibu
Bila seronok… orang pertama aku nak beritahu… Ibu
Bila bengang.. aku suka luah pada ..Ibu
Bila takut, aku selalu panggil.. “ibuuuuuuuuuuuuu! “
Bila sakit, orang paling risau adalah ..Ibu
Bila nak exam, orang palin g sibuk juga Ibu
Bila buat hal, yang marah aku dulu..Ibu
Bila ada masalah, yang paling risau.. Ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. Ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. . Ibu
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku, Ibu
Yang selalu berleter kat aku.. Ibu
Yang selalu puji aku.. Ibu
Yang selalu nasihat aku.. Ibu
Bila nak kahwin..
Orang pertama aku tunjuk dan rujuk… Ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri
Bila seronok… aku cari pasanganku
Bila sedih… aku cari Ibu
Bila berjaya… aku ceritakan pada pasanganku
Bila gagal… aku ceritakan pada Ibu
Bila bahagia, aku peluk erat pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat Ibuku
Bila nak bercuti… aku bawa pasanganku
Bila sibuk… aku hantar anak ke rumah Ibu
Bila sambut valentine… Aku hadiahi bunga pada
pasanganku
Bila sambut hari ibu… aku cuma dapat ucapkan Selamat
Hari Ibu
Selalu… aku ingat pasanganku
Selalu… Ibu ingat kat aku
Bila..bila… aku akan talipon pasanganku
Entah bila.. aku nak talipon Ibu
Selalu… aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila…. aku nak belikan hadiah untuk Ibuku

Renungkan:

Dulu Ibu kata: “Kalau kamu sudah habis belajar dan
berkerja… bolehkah kamu kirim wang untuk Ibu? Ibu
bukan nak banyak… lima puluh ringgit sebulan pun
cukuplah”.

Berderai air mata. Hari ini kalau Ibu mahu lima ratus
sebulan pun aku mampu. Aku boleh kirimkan. Tapi Ibu
sudah tiada.

ingatlah pengorbanan ibuuuuu….maaflah kerana saya tidak tahu siapa empunya yang menciptakan sajak yang menyentuh hati ini, saya copy dari grup penawarku menarik rasa insaf terutama sekali bila mengenangkan diri ini berjauhan dengan emak dan ayah yang sudah bergelar warga emas, kalau boleh mahu bersama mereka setiap saat tetapi apakan daya keadaan yang tidak mengizinkan aku berbuat demikian. Doaku semoga mereka di panjangkan umur dan di limpahi rahmat dan kasih sayang Allah……

Hanya sebuah Renungan hidup


Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.

Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.

Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.

Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah….hati seorang wanita .

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain… tapi menyesallah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.

Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan , kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu …..
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.(EA)